STEM (Science-Technology-Engineering-Math) adalah model pembelajaran terkini yang dikembangkan di negara-negara maju karena melihat kemerosotan pelajaran di bidang seperti matematika dan sains terus terjadi. Anak-anak mulai kehilangan minat dalam mempelajari bidang-bidang tersebut. Apa jadinya jika itu terjadi pada anak-anak kita?

Saat-saat ini sekolah-sekolah sedang berlomba-lomba untuk memasukkan metode STEM ini ke dalam pelajaran-pelajaran di sekolah. Kita semua yakin jika masa depan negara kita terletak di pundak anak-anak kita. Untuk itulah sains, teknologi akan berperan aktif dalam pengembangan ilmu pengetahuan serta turut memberi sumbangsih dalam menciptakan peradapan dunia.

Negara-negara yang maju sangat meyakini peran besar dalam pembelajaran berbasis STEM ini. Selain Amerika, pendidikan STEM kini banyak diadopsi oleh beberapa negara.  Di Taiwan, kurikulum pembelajaran mulai diintegrasikan dengan kurikulum STEM dan membuat siswa sebagai pusat kegiatan belajar (Lou, dkk, 2010).  Malaysia melakukan kerjasama dengan Amerika dengan melibatkan pelajar dalam bidang STEM agar dapat bersaing dalam ekonomi abad 21. Selain negara tersebut, ada beberapa negara yang juga telah menerapkan pendidikan STEM, antara lain Finlandia, Australia, Vietnam, Tiongkok, dan Filipina. STEM telah dikembangkan di beberapa negara selama ± 3 dekade dan semakin signifikan di tahun-tahun terakhir.

Di Indonesia, melalui kerja sama dengan USAID (United States Agency for International Development), mulai mencoba mengembangkan model pembelajaran berbasis STEM ini. Contoh: siswa diminta untuk merancang mobil bertenaga balon sebagai media pembelajaran dalam memahami konsep gerak lurus beraturan. Siswa kemudian ditanyai terkait respon, pengaruh, serta pemahaman yang diperoleh dari kegiatan tersebut. Hasil yang diperoleh sangat baik, siswa menjadi termotivasi dan terlibat langsung dalam proses pembuatannya. Dengan adanya kegiatan pembelajaran tersebut, secara tidak langsung meningkatkan prestasi anak didik.

Sebagai sebuah tren yang sedang digalakkan dalam dunia pendidikan, STEM menjadi suatu pendekatan dalam mengatasi permasalahan di dunia nyata dengan menuntun pola pikir siswa layaknya insinyur dan ilmuwan berpikir. Melalui STEM ini, siswa dituntun menjadi pemecah masalah, penemu, innovator, membangun kemandirian, berpikir logis, melek teknologi, dan mampu menghubungkan pendidikan STEM dengan dunia kerjanya. Pendidikan STEM menerapkan pembelajaran berbasis pemecahan masalah yang sengaja menempatkan penyelidikan ilmiah dan penerapan matematika dalam konteks merancang teknologi sebagai bentuk pemecahan masalah. Penyelidikan ilmiah jarang terjadi dalam pendidikan teknologi dan kegiatan mendesain teknologi jarang terjadi di kelas sains. Tetapi di dalam kehidupan sehari-hari, desain dan penyelidikan ilmiah secara rutin diaplikasikan secara bersamaan sebagai teknis solusi untuk masalah dunia nyata.

Pembelajaran STEM ini sangat dekat juga di bidang robotika. ROBOTICS Education Centre hadir untuk memberikan solusi kepada anak-anak kita untuk belajar robotika ini berbasis STEM. Yuk...datang ke centre-centre terdekat kami.  

Administrator, 17 November 2018 | 06:06 | Category : Article